sekedar corat-coret….

December 14th, 2008 by devitea

…jarak…

menyakitkan ketika datang memisahkan dua jiwa

…jarak…

mendamaikan ketika amarah menggerus akal sehat

jarak…..

menjadi sekedar ruang hampa dalam relung asa manusia

nisbi tapi tak berarti sejati

tinggal bagaimana panca indera memaknai rasa

dan sebaris kata merasai cerita

…jarak…

mid dec2008

–aku cemburu–

aku cemburu pada masa lalumu..

bodoh..

tapi itu menggangguku..

saat sekedar menapaki cerita lamamu….

nama itu terucap lagi dari bibirmu..

entah mengapa itu membuatku muak

padamu dan pada kisah lalumu…

adakah bayangnya masih mengganggumu?

adakah nama ini menjadi pengikat dirimu dengannya?

adakah aku sekedar pelarianmu?

cinta,

aku tak rela membagimu..

bahkan pada masa lalumu…

aku cemburu pada masa lalumu…..

mid-dec 2008

mule surfing2 lagi niy….

December 14th, 2008 by devitea

ups…ternyata banyak pesan2 dari sahabat2 terbaik di dalam msg boxku di FS…thx ton sis n brow…udah lama ga liat2 FS..been 5 months hehehe…bukan apa2,bukan karena males,tp gara2 paper yang numpung n bacaan yang ngegabruk di sepanjang semester baru ini….as i wrote..hidup makin berat..paper makin banyak…and bacaan makin tebal2 dan gua makin genduuuuttt huaaa…..

mizz all the moment bengong2 di kantor..(saking gatau mo ngapain hehehe….) or mizz all the moment chat ngalor-ngidul sambil makan ampe pusing bareng outgirlz..mizz ngrumpi bareng2 temen2 kantor…n mostly mizz spending time with family n my dori….

banyak moment yg g lewati, marriages, baby born, birthday, and funerals…sedih bangget siy tapi ini harus dilewati…as wise man said “no gain without pain”..mungkin ini pain yg g rasain demi sebuah gain…sedikit pengetahuan dari para empu sejarah…

to sum up..(hihihi ini ni efeknya kbnyakan bikin paper) …SEEEMMMAAANGAAAAATTTT….

hip..hip hurray …..its May

May 4th, 2008 by devitea

time flies…
its May already…
after long and winding road of painful loneliness and miserably yearning for our togetherness…
here comes the time…..
home…will i be…place where i belonge…
you..with i be…person who i meant to be…
us..is happy…moment will we share…
sad..it might be…as love and live is constant change…

I love u..for now
tomorrow…i don’t know
coz the future is not ours….
but this love is a worth
as you light up my world
may this love strong enough to grow old……..

dv.ch
Leiden,3 mei 2008
dalam kerinduan kepada sang pencinta…

Ode to Mother Earth

March 23rd, 2008 by devitea

ku lihat ibu pertiwi..sedang bersusah hati..airmatanya berlinang..bak intan yang gemerlap…(apa judulnya yah ni lagu???)

apa yang telah kita lakukan padanya???

..sekarang bulan maret..semestinya bumi merakah ceria…daun-daun menggeliat sempurna keluarkan tunas-tunas asanya…bunga-bunga kembali bermekaran seiring  menghangatnya akar-akar kehidupan dibuai nyanyian merdu burung-burung berlagu…
tapi kenapa leiden kembali dingin?kenapa pula salju-salju turun kembali..seakan tak rela tergantikan oleh hangatnya mentari maret….
apakah ini yang ramai-ramai disebut orang global warming? apakah bunda sedang murka pada kita? semurka jiwanya atas apa yang kita lakukan pada raganya…..bunda hanya terdiam dan selalu terdiam saat tangan-tangan penuh berahi melumat habis surganya cintamu…membabat habis hamparan hutanmu, melubangi dan menggaruk perut bumimu..meninggalkan lubang-lubang tak berkehidupan…aahh…saat bunda semakin tua…saat ragamu tak mampu lagi menanggung derita..kau mulai lepaskan karma pada manusia…
mungkin bukan karma..karena bunda terlalu mencintai kami-anak cucu adam…hanya sekedar rintihan luka-luka raga yang kian membusuk tak berkesembuhan….

wahai jiwa-jiwa yang dicintai alam..mungkin ini kali saatnya tiba bagi kita untuk bangkit menjaga sang bunda yang terkulai lemah dalam luka yang berkelanjutan..

Bunda..relakan darah juang kami..
tuk bebaskan negeri…(ini lgu wktu g ospek di ui 98 ;))

Leiden,23Maart2008;15:00
dalam kebingungan atas ujan salju siang ini dan 2 dua hari terakhir ini….

I Wanna have your baby

February 23rd, 2008 by devitea

emh..emh…ehm..ehmm..i wanna have your baby..its serious like crazy..i wanna have your baby..i think im spring  it up like daisy….
…im in the big..big..big ocean in tiny little boat…

"ibu"….
ach kapankah panggilan2 itu meracau mengisi hariku,
keluar dari bibir2 mungil nan suci..

hari ini aku menyadari diusia yang ke29 aku masih belum mencapai cita2 tertinggiku…"being a mom"..begitu sibuk aku mengejar asa-asaku, tapi mengabaikan satu asa mulia yang telah kupendam sejak lama…
tik..tok..tik..tok..jam biologisku terus berjalan, berputar melingkar seiring gerak langkah bumi, usiaku semakin bertambah,dan kesempatan melahirkanku semakin sempit..huhuhu…..im on deadline…

pagi ini kusadari seorang teman sedang berbahagia,menanti kelahiran sang malaikat kecil,aku terhenyak…berbagai rasa bergejolak di dada..bahagia pastinya namun lagi risau menyapa..kapan giliranku??

rasa bersalah menggayut membebani jiwa,"ayah"….selama ini kau meng"ayah"kan dirimu…aku sadar, betapa ingin kau melihat aku menjadi ibu, betapa ingin kau menggendong buah cinta kita..aku melihat itu dalam tatap matamu..aku merasakan itu dalam vibra suaramu…kau rindu menjadi seorang ayah….

maaf,…maafkan aku sesaat menjadi egois, sesaat mengejar mimpi diri..mengabaikan mimpi cinta kita….

suatu saat..kelak suatu saat..semoga sang pencipta mengizinkan kita memiliki buah cinta kita….amin

du..du..du..du..i wanna have your baby…"
coz i love u….

(nieuwe rijn 10.01am, 220208)

Malam Terakhir

January 15th, 2008 by devitea

Malam Terakhir

 

Kesunyian yang mencekam sangat membelenggu hati Vita. “Vit,
sini dong, ko sendirian aja sih!”

Vita hanya mengangguk dan tersenyum. Ia tetap diam. Tak
bergeming dari tempat ia berdiri.

Jakarta

malam hari, ah begitu mempesona, penuh gemerlap oleh tebaran lampu-lampu malam,
vita membatin. Rasanya, baru malam ini ia menyadari begitu gemerlapnya

Jakarta

di malam hari.
Tapi semua sudah sungguh sangat melelahkan, pikir Vita lagi. Seorang manusia,
jika kedudukannya di bumi sudah tidak mempunyai fungsi dan manfaat, ada baiknya
disingkirkan, atau menyingkir dari kehidupan,” suara itu menggema memenuhi
seluruh relung jiwanya.

Vita, what’s wrong
with you, honey?
Udah dong jangan bengong aja! It’s party time, girl!” Monique mencoba menarik Vita ketengah-tengah
arena pesta malam itu.

“Jangan terlalu dipinggir dong, ntar kamu ada yang narik loh! Yuks, waktunya dance nih!” Monique terus merajuk sambil terus bergoyang mengikuti
hentakan irama. Vita menghempaskan tarikan tangan Monique sambil menggeleng
perlahan. Wajahnya kaku. Dia tetap terdiam. Tersenyum. Dan pergi. Monique
terbengong melihat sikap Vita yang tidak biasa itu. Ia semakin menjauhi
kerumunan, menuju sudut gedung. Pesta yang diadakan di atap gedung bertingkat
paling tinggi di

Jakarta

itu semakin meriah. Musik-musik riang menghentak-hentak kencang menimbulkan
suara berdentum-dentum. Memekakkan telinga. Namun menambah ‘panas’ suasana
malam. Semua yang hadir menggoyangkan badan mengikuti irama. Bergerak,
berlenggak-lenggok, bahkan berjingkrak-jingkrak seirama hentakan musik. Bau
alkohol menyeruak dari mulut-mulut mereka. Vodka,
Beer, cognac, tequilla, bloody Mary
, bacardi dan banyak lagi tersedia di sudut
ruangan. Seorang bartender berpakaian seksi pun siap menyuguhkan segala jenis
minuman yang diminta para tamu. Lampu Disco yang menggantung di tengah
ruangan—entah bagaimana caranya mereka memasang itu semua—memberikan nuansa mesum di seluruh lantai
dansa. Kemesuman semakin terasa menyelimuti suasana pesta yang ditingkahi
dengan suara desahan-desahan panjang dari beberapa pasangan yang asyik memadu
kasih di sudut-sudut ruangan.

Beberapa orang mulai terlihat meracau tidak jelas dan
bergoyang dengan limbung. Semua tampaknya sangat menikmati pesta malam ini,
kecuali Vita.

Ia tetap tak bergeming. Menatap kosong ke arah bangunan-bangunan
tinggi di sekitar gedung tempat ia berpesta kini. Biasanya dia begitu menyukai
pesta. Dua tahun terakhir, malam-malamnya selalu dilalui dari satu pesta ke
pesta lainnya. Ladies Night, pesta Lingerie, pesta thruth or dare, bahkan bachelor
party
sekalipun, selalu ia tandangi. Bar,
cafe,
dan discotheque di kawasan

Jakarta

, Bogor, dan

Bandung

ini telah habis ia jelajadi dari malam ke malam. Dimana ada pesta, biasanya
disitu ada Vita. Bergoyang. Dan mabuk.

Harus malam ini, vita membatin. Sudah tidak ada waktu lagi
dan buat apa menunggu lagi, semua sudah tidak berguna. Vita limbung. Namun
hatinya kian mantap kini. Jantungnya berdegup keras, seirama hentakan musik
yang kian memekakkan telinga. Bayangan demi bayangan melintas cepat di otak
Vita. Semakin cepat. Bagai sebuah kilatan projektor yang mengulas kembali
seluruh kisah hidupnya, yang tak seindah di novel-novel picisan itu.

“Vita, mama harus pergi nak!” Jangan nakal ya nak, jangan
menangis, mama benar-benar harus pergi sekarang. Hidup mama sudah tidak
berguna, makanya mama lebih memilih menghilang dari kehidupan ini, nak! Mama
sayang Vita!” Dikecupnya kening gadis cilik itu. Selanjutnya, ia ingat malam
itu mama tidur sambil memeluk Vita erat-erat. Tidak pernah terbangun lagi.
sejak saat itu Vita tidak pernah lagi bertemu dengan mamanya. Kata papa, mama
sudah pergi menemui Tuhan. Tapi kalau papa lagi mabuk dan marah-marah, ia
selalu bilang, mama mati, yah mati bunuh diri! Vita tetap tidak mengerti.
Dibenak gadis 5 tahun itu, suatu saat mama pasti kembali.

Benar saja, suatu kali papa datang membawa seorang perempuan
jelita ke rumah. Papa berusaha meyakinkan kalau perempuan itu adalah pengganti
mama buat Vita. Awalnya, perempuan jelita itu memang baik, sebaik mama. Namun,
lama-kelamaan sikapnya mulai berubah. Semakin lama, mama baru semakin bersikap
kasar dan selalu tak acuh kepada Vita. Jika Vita mengadu pada papa, papa pasti
bilang, Vita yang nakal, Vita lah yang membuat mama baru kesal sampai
marah-marah. Jika Vita menangis memanggil-manggil mama, biasanya mama baru
marah dan pasti bilang seperti yang dibilang papa; “mama lo tuh udah mati, bunuh diri!”

Peristiwa itu sudah lama berlalu. Tapi entah kenapa, bagai
kesetanan, cerita itu tiba-tiba mengusik hari-hari Vita lagi. Sejak kematian
papa, yah, sejak kematian papa sebulan yang lalu, peristiwa demi peristiwa itu
terus bermunculan, berloncatan tak menentu dalam labirin jiwanya. Bayangan mama
kembali muncul saat ia melihat papa terbujur kaku di peraduannya. Semua orang
memberitahu Vita kalau papa meninggal karena sakit. Kata bibi, di akhir
hidupnya papa kerap memanggil-manggil nama Vita. Beberapa saat lalu, memang
Vita sering menerima telepon dari papa. Tapi Vita tak peduli. Tidak ada
keinginannya untuk membalas telepon dari papa. Dibenaknya, teringat sikap papa
yang selalu tak acuh kepada Vita. Kasih sayang dari papa seakan sesuatu yang
asing bagi Vita. Tapi,…tapi saat dikabari papa meninggal, hal itu tetap membuat
Vita syok. Vita baru tahu cerita sesungguhnya dari bibi kalau papa ditemukan
tergantung kaku di kamar mandi. Kenapa..? Kenapa…? Kenapa papa musti bunuh diri, seperti mama
dulu! Vita terpaku saat terduduk disisi tubuh papa yang kaku. Ia tak tahu harus
berbuat apa. Menyesal ? untuk apa menyesal dan apa yang harus disesali? Kasihan
papa, mungkin beban hidupnya terlalu berat sampai memutuskan untuk
menyelesaikan hidup dengan cara begini?Apakah papa berpikiran seperti mama
bahwa keberadaannya sudah tidak mempunyai makna lagi sehingga sebaiknya ia
menghilang dari kehidupan?

The show must go on, hidup tetap harus dijalani, tapi
semua kini terasa gamang di jiwa Vita. Kebimbangan mulai melingkupi hari-hari
Vita. Kesepian, tak berguna, ketidakberdayaan, dan hampa, silih berganti
mengisi hari-hari Vita. Berbagai pertanyaan muncul, menggangu, dan menyerang
eksistensinya di dunia. Semua, semuanya itu meminta sebuah jawaban. Tapi, tapi
Vita tidak mempunyai jawaban itu! Dimana ia bisa mencari jawabnya? Dimana?
Siapa, siapa yang mampu menolongnya menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu??

Seorang manusia, jika kedudukannya di bumi sudah tidak
berguna, sebaiknya disingkirkan atau menyingkir dari kehidupan. Lagi, kata-kata
itu terngiang di telinga Vita. Begitu memekakkan sehingga ia tak mampu
mendengar teriakan orang-orang di sekitarnya.

Tiba-tiba pesta menjadi mencekam. Selanjutnya, teriakan
histeris dan isak tangis pecah ditengah suasana yang mencekam itu. Bunyi musik
terus berdentum-dentum kencang, namun tidak ada lagi yang bergoyang. Semua
terdiam kaku dan hanya mampu memandang ngeri kejadian itu.

Seorang gadis terjun bebas dari tempat mereka berpesta,
melayang, dan menghempas di bumi. Vita, sang gadis pecinta pesta itu, lebih
memilih menyingkir dari peradaban sebagai jawaban atas semua pertanyaan
hidupnya.

 

 

BMS Plant Cimanggis, XII/20/04,15:52

Created by dv

“tanpa judul”

January 15th, 2008 by devitea

Ada tanya menyiksa di dada,

Mengapa kebisuan mendera kita?

Adakah kata mencipta luka jiwa?

Ataukah terlelah tuk sekedar bercerita?

Apapun adanya, maafkanlah

(depok, 12-05-2005)

Selamat beristirahat cinta,

Semoga gulitanya malam membuai ragamu yang damai terlelap

dan sinaran gemintang menuntun jiwamu yang mengembara di nirwana,

Pun doaku temanimu

(dibuat khusus untuk suami tercinta, medio januari 2005)

kepastian dalam ketidakpastian

January 14th, 2008 by devitea

yang pasti dalam hidup ini adalah ketidakpastian…lantas, kenapa kita mengamini kepastian padahal didalamnya bermukim ketidakpastiam belaka…berjuta tanya menghujam jiwa kemana perginya sang kepastian, ketika menatap pada ketidakpastian yang mengangkang jumawa diantara rongga- rongga manusia ..lembar demi lembar celoteh sang dunia diurai dalam asa, perlahan, tetapi pasti, membangun sendi-sendi impian dengan jasa pundi-pundi semangat, berharap kepastian kan menjelang, bahwa suatu saat ia akan menghampiri…
nyatanya…bull shit…dalam satu sentuhan rasa, mimpi tuk datangnya sang nyata menguap bersama merangsek masuknya sang ketidakpastian, bersama napas yang kian tersengal mengejar nyatanya kenyataan asa dan matahari….
kembali…ketidakpastian  menyusup,memagut, dan membalut, beringsut selendep dalam jejaring pemikiran…menguasai keadaan dan menciptakan keniscayaan…
nyatanya, senyata-nyatanya nyata adalah ketidaknyataan..
pastinya..yang pasti adalah ketidakpastian …..
sungguh…benar adanya descartes…hanya jika kita berpikir..maka kita ada….bahwa ketidakpastian sebagai sebuah hasil pemikiran menyadikanya sebuah kepastian…
(nyambung ga ye? hehehehe…)

(dalam kegalauan mengingat seorang kakak, "mas agus"….
yang pasti, kebedaraankupun disini …adalah sebuah ketidakpastian…..
biarlah adanya 4JJI sebagai satu-satunya sebuah kepastian dan kenyataan….)
rabu 150108,0030,dihangatnya kamarku di nr….

akankah???

January 5th, 2008 by devitea

hari ini mata mengembara di alam maya, melirik selaput-selaput jendela blogantara….gosh…mata ini tertegun dibuai berjuta kata bermakna dari para sang pekarya sejati, ….sang kata-kata..berjejal-jejal, saling memaknai, saling berceloteh, atau sekedar mempertontonkan dialog jiwa..
kata-kata indah, penuh makna..mata ini termaktub, jiwa ini teraniaya, hati ini memeri…akankah satu hari kelak aku mampu memaknainya…akankah satu hari kelak roh pekarya bermukin diraga yang usang ini…mengkaryakan sesuatu..entah apa…

(kegundahan kala sadar betapa susahnya emnulis..betapa blogger2 itu pandai menulis…huaa…hiks.hiks…?)leiden tengah malam 6 jan 2008

senandung putih

December 21st, 2007 by devitea

putih..
selaput putih mewarnai alam
selimuti jiwa dan raga dunia
seakan Tuhan bosan akan warna-warninya kehidupan..

semua begitu nyata…
selama ini hanya dalam angan semata
kini putihnya ku amini dan dinginnya ku maknai
betapa Dia luar biasa
senandungkan dingin yang indah…
simfonikan indah yang dingin…

salju pertamaku
Leiden,21 dec 2007,22.30
indah ya booo..putihhhh..dingiiiin..sebuah simfoni paradox yang luar biasa…
Thx God …God Almighty…
dv